INFAQ

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin di bulan Rabi' al-Awwal tahun Gajah, Ada yang mengatakan pada tanggal dua, ada yang mengatakan pada tanggal tiga dan ada pula yang mengatakan tanggal dua belas. Pendapat yang terakhir adalah yang paling masyhur di kalangan ulama.

Hari Senin adalah hari yang penuh berkah. Sebuah ha­dis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (bin Hanbal), Ibnu ‘Abbas r.a. berkata: “Rasulullah saw. lahir pada hari Senin, diangkat sebagai nabi pada hari Senin, berangkat hijrah dari Makkah ke Madinah pada hari Senin, dan mengangkat Ha­jar Aswad[1] pada hari Senin juga.” Sementara riwayat yang lain mengatakan bahwa beliau lahir dalam keadaan sudah berkhitan dan tali pusarnya sudah putus.

Pada malam kelahirannya terjadi berbagai keajaiban dan keanehan, antara lain: banyak berhala yangjatuh ambruk dari tempatnya berdiri.

Rada saat kelahirannya tampak cahaya terang benderang di cakrawala hingga menyinari istana-istana di negeri Syam.

Istana Kisra (Maharaja Persia) mengalami kegoncangan hebat sehingga tiang-tiang penyangganya berjatuhan. Se­dangkan api sesembahan kaum Majusi di Persia mendadak padam pada malam itu, padahal selama lebih dari 1000 ta­hun sebelumnya tidak pernah padam. Bersamaan dengan itu surut pula air danau.

 

__________________

[1] Untuk melerai pertengkaran kaum Quraisy mengenai siapa-siapa yang berhak mengangkat Hajar Aswad dan meletakkannya kembali pada tempat semula. Beliau saw. membentangkan rida’  yang dipakainya untuk mewadahi Hajar Aswad, lalu wakil dari masing-masing kabilah Quraisy diminta mengangkat bersama-sama beliau dengan meme­gang ujung-ujung dan pinggiran 'rida'.

 

Sumber : Buku Pintar Sejarah Nabi Muhammad SAW